Saturday, July 5, 2008

10 Resep Sukses Bangsa Jepang

10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang disekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita
mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh…

*1. KERJA KERAS*

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras.
Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat
tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911jam/tahun),
Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).
Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari,
sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat
mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa
melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang
cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang,
dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan”
oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam
(tepatnya pagi), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena
Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang.
Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah
sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

*2. MALU*

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri
(bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era
samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia
modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi
para pejabat (mentri,politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi
atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah
anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau
tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang
memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya
dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara
otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang
membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton
sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di
stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu
terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun
norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

*3. HIDUP HEMAT*

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap
anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang
kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat
terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di
supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata
sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong
harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup.
Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada
pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik
sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih
murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki
mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan
bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir
kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih
digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan
panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada
listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus,
bareng dengan mahasiswa-mahasiswa nya.

*4. LOYALITAS*

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan
tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan
Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.
Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun.
Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya
mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik
sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota
Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri
yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas
penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya
komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah
Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri
terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

*5. INOVASI*

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan
dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk
yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang
mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak
ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip
Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model
portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun
adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun
1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total
produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda
empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang
Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan
industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang
dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah
dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric
yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda
sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang
engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik
pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan
karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

*6. PANTANG MENYERAH*

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting
dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang
menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.
Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang
cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya
alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor
minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi
Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau
Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang
akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945,
dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah
perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di
Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya
Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga
kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana
Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari
bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai
dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di
era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika
menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain.
Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik
bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini
mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

*7. BUDAYA BACA*

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik),
sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa
sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri,
banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak
penerbit yang mulai membuat manga (komik bergambar) untuk
materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran
Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat
minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung
oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa  inggris, perancis, jerman, dsb).

Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada
tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus
berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang
sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena
harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

*8. KERJASAMA KELOMPOK*

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu
bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya
ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya
di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu,
mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.
Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar
orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah
dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika
tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang
berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi”
adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan
dalam “rin-gi”.

*9. MANDIRI*

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. untuk contohnya, seorang anak TK di  Yochien jepang
harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang),
sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang
menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa
perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya
sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.
untuk beberapa mahasiswa di saitama mengambil
kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu
nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

*10. JAGA TRADISI*

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang
kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah
untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta
maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik
sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau
yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang
Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat
tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan
dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.

Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang.
Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang
murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi
para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian
mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa
insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia
pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

 

dari blog sebelah, saya edit sikit2

hehehe :P

Posted by gug yudha in 14:00:06 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 1, 2008

8 KEBOHONGAN SEORANG IBU

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: “Makanlah nak, Ibu tidak lapar” ———-
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika aku mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segardan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, Ibu duduk isampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu aku memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata: “Makanlah Nak, Ibu tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel. Dari hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim hujan tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan
gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata:
“Cepatlah tidur nak, Ibu tidak Capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, Ibu yang tegar dan gigih menungguku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
Ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata:
“Minumlah nak, Ibu tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap Sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, Dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kami pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat Kondisi keluarga yang semakin parah, Ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk Menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, Ibu berkata:
 ”Saya tidak butuh cinta” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku dan kakakku semuanya bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau , Ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang Tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.
Ibu berkata: “Ibu masih punya uang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian Memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika. Berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, Ibu berkata kepadaku “Ibu tidak terbiasa” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit Kanker Lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang Samudera Atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk Ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya. Setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menggerogoti tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata: “Jangan menangis anakku, Ibu tidak sakit” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih Ibu”
Coba dipikir-pikir, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita?
Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita (kalo sdh punya…….).

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum?
Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum?
Apakah ini benar?
Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

 KESIBUKAN YANG MENYEJUKAN

source mailist tetangga sebelah

Posted by gug yudha in 06:12:11 | Permalink | No Comments »

Wednesday, June 25, 2008

AIRMATA RASULULLAH SAW…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. ‘Bolehkah saya masuk?’ tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, ‘Maafkanlah, ayahku sedang demam’, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada ! Fatimah, ‘Siapakah itu wahai anakku?’
‘Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,’
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

‘Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dia! lah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,’ kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

‘Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?’, tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
‘Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
‘Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ‘ kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. ‘Engkau tidak senang mendengar khabar ini?’, tanya Jibril lagi.
‘Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?’
‘Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,’ k! ata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. ‘Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.’
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

‘Jijikkah kau melihatk! u, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?’
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
‘Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,’ kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

‘Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.’
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah ti dak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. ‘Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku’
‘peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.’

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, da! n Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

‘Ummatii,ummatii, ummatiii? ‘ – ‘Umatku, umatku, umatku’
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Posted by gug yudha in 12:38:12 | Permalink | No Comments »

Monday, May 12, 2008

pelajaran amerika buat kita

Pernah nggak berpikir mengapa Amerika maju ? Saya sempat mengajukan pertanyaan ini ke diri sendiri. Dalam bidang teknologi misalnya, banyak penemuan baru di dunia berasal dari Amerika. Bahkan kalau mau dikhususkan di bidang software dan Internet, mungkin di atas 90% perusahaannya berasal dari Amerika ! Coba perhatikan nama-nama ini: Microsoft, IBM, Google, Yahoo, YouTube, MySpace, Netscape, Oracle … semuanya adalah perusahaan Amerika. Untuk perusahaan software yang besar di luar Amerika saya hanya bisa memikirkan SAP dan Corel.

Semua ini membuat saya penasaran. Masalahnya, secara intelektual saya pikir Amerika tidak unggul. Dalam olimpiade ilmiah misalnya, tidak terdengar mereka menjadi juara dunia. Yang merajai adalah Cina atau negara-negara Eropa Timur. Dalam buku The World is Flat banyak ditulis bagaimana anak-anak di Amerika pendidikannya tertinggal dibandingkan banyak negara lain. Orang-orang Asia bekerja lebih keras dan seringkali mempunyai prestasi lebih tinggi dari orang Amerika. Dengan keadaan seperti itu bagaimana mereka bisa begitu menonjol di dunia ?

Jawaban untuk ini tersirat di dalam The World is Flat dan saya pikir inilah kuncinya:

Amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia

Apa yang dimaksud dengan “mesin mimpi” ? Ini dia:

1. Setiap orang bebas memiliki mimpinya sendiri-sendiri

Ini adalah keunggulan dari negara yang bebas seperti Amerika. Setiap orang bisa memiliki mimpinya sendiri-sendiri tanpa dibatasi oleh sistem politik, sosial, dan lain-lain. Di banyak negara lain hal ini tidak terjadi. Ada saja peraturan yang membatasi mimpi mereka. Inilah salah satu keunggulan Amerika dari Cina yang menerapkan sistem komunis. Di Cina masih banyak peraturan yang membatasi, khususnya kalau bersentuhan dengan politik. Terus terang saja, saya sama sekali tidak percaya Cina akan bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia selama mereka masih menerapkan sistem komunis seperti sekarang.

2. Setiap orang didorong untuk mewujudkan mimpinya

Mungkin semua orang bisa mempunyai mimpinya sendiri-sendiri, tapi untuk mewujudkan mimpi pasti tidak mudah mengingat risiko yang diambil. Nah, di Amerika orang-orang didorong untuk mewujudkan mimpinya. Dengan cara apa ? Yaitu dengan tersedianya insentif finansial yang sangat besar kalau mereka berhasil mewujudkan mimpinya. Insentif ini terutama dalam bentuk IPO (initial public offering) di pasar saham dan akuisisi dari perusahaan yang lebih besar. Insentif IPO inilah yang menjadikan Sergey Brin dan Larry Page dari Google masuk daftar orang terkaya dunia dalam usia masih 30-an tahun. Dan insentif akuisisilah yang membuat orang-orang YouTube kebanjiran uang setelah dibeli Google.
Satu hal lagi yang juga membantu adalah kenyataan bahwa di Amerika setiap orang menerima imbalan sesuai dengan kemampuan dan kontribusi masing-masing (sistem meritokrasi). Ini berbeda dengan keadaan di kerajaan-kerajaan kaya minyak di mana para bangsawannya menjadi kaya raya semata-mata karena faktor keturunan

3. Setiap orang dibantu untuk mewujudkan mimpinya

Amerika memiliki sistem yang bagus untuk membantu orang mewujudkan mimpi mereka menjadi kenyataan. Yang pertama adalah dari segi hukum, di mana sangat mudah untuk mendirikan maupun menutup perusahaan. Akibatnya orang-orang tidak bimbang untuk memulai perusahaan baru. Yang kedua – dan ini mungkin paling menentukan – adalah tersedianya dana secara besar-besaran bagi orang-orang “gila” melalui venture capital (VC). Karena banyak mimpi membutuhkan dana tidak sedikit untuk diwujudkan, VC inilah yang memungkinkan mimpi-mimpi tersebut menjadi kenyataan. Para venture capitalist di Amerika memiliki sistem yang sangat handal untuk memilih dan memoles ide yang berprospek untuk didukung.

Dari sini tidak heran kalau banyak ide gila muncul dan berkembang di Amerika dan bukannya di negara lain. Mungkin banyak hal lain di Amerika mudah ditiru, tapi saya yakin akan sangat sulit untuk meniru “mesin mimpi” ini. Meskipun begitu, siapa tahu Indonesia suatu saat juga bisa menjadi mesin mimpi. Bagaimana, mungkin tidak Indonesia menjadi mesin mimpi ?

–bakul gudeg-

Posted by gug yudha in 06:57:07 | Permalink | No Comments »

Misteri Kuliah Kedokteran

diambil dari forum sebelah

cerita ini aku buat,tanpa maksud offense,hanya sebagian kecil dokter/dosen/mahasiswa seperti yg aku critain(mudah2an)
1.Mao jadi dokter?klo ga kaya,klo ga punya relasi dokter,jangan harap deh.ada univ swasta di jawa barat,yg salah satu calon mahasiswanya nyumbang 1M demi masuk kedoktran(taun 2003an).sekarang berapa ya?kayanya dah jadi rahasia umum kan?para mahasiswa fak kdoktran yg ngerasa,ayo ngaku

2.Mao gimana jadi pinter,wong mao ujian aja beli soal.penjualnya siapa?mahasiswa n dosennya sendiri(dosennya adalah seorang dokter loh),dah ga aneh kan?ayo ngaku.kalo mahasiswa biasa cuma jual 30-50% dari soal(misal 100 nomer,dia cuma ada 30-50 nomer).kalo dosen,jual LENGKAP.ujian pake soal hasil stensil(tinta hitam)&soal tdk boleh dibawa pulang,bagaimana bisa,ada mahasiswa yg memiliki soal dengan tinta BIRU dan sampai sekarang disimpan baik2.harga soalnya??kalo beli ke mahasiswa aja,ampir 1juta.kalo ke dosennya???siapin deh 5juta an(dahulu kala).

3.Ga ngaku?pernah ada ujian sampai DIULANG.Karena dengan terang2 an,dosennya bilang bahwa soal bocor,lucu kan?padahal yg nyimpen soal tuh dosennya sendiri.jadi siapa yg bocorin?tapi aneh ya,dia yg jual,tp dia yg sewot n minta ujian ulang,tau knapa?karena bocornya keterlaluan,misalnya dia menjual soal pada si A,B dan C.tetapi si a,b dan c,menjual lg ke teman2 nya.dan teman2nya jual lagi ke yg lain,sampai hampir smuanya punya.

4.yg menjadi dokter(sekarang2 ini di UNIVERSITAS TERSEBUT),hampir 90% punya relasi dokter lagi(keluarganya kek,siapanya kek).Tapi,ga 100% yg punya relasi dokter,bisa jadi lancar.ngerti kan bro?yg lulus cuma yg punya relasi,tp ga semua yg punya relasi bisa lulus.kenapa yah?Apa smua keluarga dokter,pasti jenius??pasti bibit unggul??kalo kakek neneknya prof,doktor,dokter,spesialis…maka anak2 n cucunya minimal spesialis juga..asik yah,hanya orang miskin&hanya orang dari profesi lain yg kalo punya anak,ada kemungkinan kurang pintar.sedangkan MEREKA2,pasti PINTAR.masuk akalkah?mau membantah jg gak papa,tp dalem hati gimana kerasanya?kenapa dokter muda,jarang yg brani praktek?

5.soal ujian selalu diambil dari soal2 tahun lalu,ga pernah buat soal baru,biasanya tentang penyakit2 di indo.katanya soal ujian ga pernah dibagikan,so dari mana tuh soal2 tahun lalu beredar??kalo ada pasien dengan penyakit yg langka di indo,ngobatin nya gmana?apa akan dijawab “Maaf,biasanya di soal tahun lalu juga,ga pernah ada penyakit kaya gini”

6.soal ujian selalu multiple choice alias PG.Kalo ada pasien yg datang ke dokter dengan keluhan bla bla bla,dan ingin tahu sakit apa.mau jawab apa tuh dokter? masa jawab “Pak,pilihan jawabannya ada apa aja ya,soalnya waktu saya masih kuliah kedokteran,tiap ujian tentang kasus,pasti ada pilihan nama penyakitnya”

7.Penilaian nya kacau banget.banyak yg merasa bisa saat ujian(langsung membahasnya rame2 sambil buka buku&tanya dosen2),tp nilainya jelek.banyak yg ga bisa,nilainya bagus boo.hasil ujian ga pernah dibagi,alesannya ARSIP KAMI.

8.penialain huruf mutu A,B,C,D dan E,koq beda?tergantung status atau ekonominya nih??si X nilai utsnya 40,uas 45=C.si Z nilai utsnya 50,uas 55,tapi ga lulus alias D.ANEH GA?bukan cuma si X dan Z,tapi banyak koq.tapi dengan santainya,dosen berkedudukan tinggi itu menjawab “Mana buktinya?siapa aja yg merasa begitu?jangan cuma si Z(yg dirugikan) aja yg menghadap,si X nya jg harus menghadap”. tolong pikir donk,wahai jenius,kalo anda mendapat nilai 0,tapi dinyatakan naik kelas,APA ANDA AKAN BILANG “Bu,saya kan harusnya ga naik kelas”

9.ketika hasil UTS diumumkan di papan pengumuman,ada seorang mahasiswa(X) yg kecewa dengan nilainya.X memiliki sebuah pabrik alat tulis yg sangat ternama.dia bilang ke dosen,”itu koq saya cuma dapet segitu yah”.dan dengan cekatan,dosen itu pun merubah nilai di papan pengumuman itu.hebat kan?terlalu jenius,bahkan ga perlu check n recheck ulang.apa dosen itu hafal setiap nilai mahasiswa?jenius donk yah,kerja di NASA aja kalo jenius.

10.di peraturan,mahasiswa terlambat masuk kelas paling lama 10 menit setelah bel.tapi kalo dosen?kuliah 2 jam,dia masuk 15 menit akhir.pasien bisa mati dong kalo jam karet gitu

wadow,panjang ya.aku mohon maaf sama smua pihak yg terkait,no offense,cuma sharing.hanya sebagian kecil oknum yg saya ceritakan.mohon tanggapannya,atau sanggahannya

tulisan dibuat oleh pinandojo

dalam tulisan “Misteri Kuliah Kedokteran”di harapkan para pembaca dapat mencerna tiap2 poin yang ada. penulis hanya mencurahkan semua yang ada di pikirannya. semoga dapat memberi gmbaran kita.

-gug-

Posted by gug yudha in 06:42:54 | Permalink | No Comments »

Thursday, May 8, 2008

Terima Kasih Tuhan


Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga
dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.

Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.
Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama
dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan.
Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini
dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat
yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis
pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi
melalui koridor yang panjang
lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman.
Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim
ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”.
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan
dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi
hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut
dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku,hanya ada satu malaikat yang duduk disana,
hampir tidak melakukan apapun.
“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”,
kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”,tanyaku. “
Menyedihkan” , Malaikat-ku menghela napas. “
Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta,
sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”tanyaku.
“Sederhana sekali”, jawab Malaikat.
“Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan”.

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”,
tanyaku. Malaikat-ku menjawab,

“Jika engkau mempunyai makanan di lemari es,
pakaian yang menutup tubuhmu
atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur,
maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu,dan uang-uang receh,
maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah
bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga….
“Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada
kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang
di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang,
kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang
amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika engkau dapat menghadiri pertemuan religius tanpa
ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau
kematian..
maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di dunia.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan.
maka engkau termasuk orang yang sangat diberkati.

“jika engkau masih bisa mencintai …
maka engkau termasuk orang yang besar,Karena cinta adalah berkat
Tuhan yang tidak didapat dari manapun

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan,engkau unik dibandingkan
semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat
ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir
bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau
lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan
tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan
kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-
teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa.diberkatinya kita semua.

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa,Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’ “.

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa
kemampuan membagi pesan ini dan memberikannya aku begitu banyak teman-
teman yang istimewa untuk saling berbagi”.

Posted by gug yudha in 05:00:02 | Permalink | No Comments »

Wednesday, April 30, 2008

perkenalkan diri saya

saya yang bernama raditya yudha perwira. adlah seorang anak yang sedang belajar bagaimana cara hidup yang baik dan benar. dengan membuat blog ini, harapan saya adalah menjadikna blog ini sebagai tempat untuk menuangan segala aspirasi saya terhadap segala hal yang saya temui. hal2 tersebut saya harap bisa menjadi pelajaran erharga bagi hidup saya.

harapan saya dengan blog ini, saya harap teman2 pembaca dapat lebih mengenal siapa diri saya dan menjadi masukan buat teman2 pemaca semuanya. dengan tulisan yang saya buat besar harapan dapat membuat teman2 punya pandangan baru dari suatu masalah.

jika ada pertentangan di hati teman2 pembaca, saya coba sarankan baca tulisan ini bukan hanya dengan mata saja. tapi coba lebih dirasakan dengan hati. karena membaca debgan hati akan memberi sudut pandangan baru untuk teman2 pembaca sekalian.

dengan postingan awal ini, saya harap telah menjadi simbol bahwa saya telah membuka hati saya pada teman2 pembaca semua. semoga saya dapat menjadi sebutir detergent yang dapat membersihkan kotoran yang ada di pakaian teman dan juga untuk membersihkan hati bangsa ini. saya harapkan teman2 pembaca dapat pula menjadi butir2 detergent lainnya sehingga kita dapat memersihkan pakaian2 kotor orang lain dan jubah kotor bangsa ini.

semoga dengan aliran pemikiran saya dapat menghanyutkan semua detergent2 tersebut.

amien….

-gug-

Posted by gug yudha in 06:23:12 | Permalink | No Comments »